Tayuban merupakan salah satu seni kebudayaan yang ada di Blora. Berdasarkan keterangan-keterangan yang dapat dikumpulkan, perkataan Tayuban berasal dari kata Tayub, yang menurut keroto boso adalah ringkasan dari kata "ditoto guyub" dan itu adalah bahwa didalam penyajian seni tayuban gerak tari para penari serta gending iringannya diatur bersama supaya serempak berdasarkan kesepakatan dari para pemain ( penari dan penabuh ) dengan para penonton. Sehingga terwujudlah suatu keakraban dan persaudaraan. Seni Tayuban menggambarkan penyambutan para tamu atau pimpinan yang dihormati oleh masyarakat menurut jenjang kepangkatan mereka masing-masing. Penyambutan itu oleh para pemain wanita yang disebut joget dengan cara menyerahkan sampur ( selendang yang dipakai penari wanita ) atas petunjuk pengarih. Tamu yang menerima sampur atau istilah "ketiban sampur" mendapatkan kehormatan untuk menari bersama-sama dengan joget.

Didalam kelompok seni pertunjukan, tayuban dapat digolongkan tari rakyat tradisional, sifat kerakyatan sangat menonjol, tampak sebagai gambaran dari jiwa masyarakat pendukungnya, yaitu masyarakat pedesaan yang umum dijumpai diwilayah Kabupaten Blora, seperti sifat spontanitas, kekeluagaan, kesederhanaan, sedikit kasar, namun penuh rasa humor.

Sebagaimana ciri khas tari ini yang sudah memasyarakat, maka Tayuban sudah menyebar hampir seluruh Kabupaten Blora. Seni Tayuban pada umumnya dipentaskan pada upacara adat yaitu sedekah desa, sedekah bumi atau upacara adat lain. Juga pada orang punya kerja, memenuhi nadar, khitanan,perkawinan dan sebagainya.

 

Populasi Sapi di Kabupaten Blora Meningkat Lima Persen

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora menyatakan dalam setahun (2015-2016) populasi sapi  di wilayah setempat meningkat hingga lima persen. Demikian hal itu disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Blora Wahyu Agustini melalui Kepala Bidang Peternakan, Budiman, didampingi Kasi Produksi Peternakan, Tulus Setyono, di Blora, Senin (23/01/2017).

Selengkapnya...

PPDI Blora Perjuangkan Masa Kerja Hingga Usia 60 Tahun

Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Blora memperjuangkan masa kerja hingga usia 60 tahun, bukan selama 20 tahun. Didampingi pengurus PPDI Provinsi Jawa Tengah, PPDI Kab Blora menemui Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta, Senin (23/1).

Selengkapnya...

 UNBK Siap Dilaksanakan di Kabupaten Blora

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Blora menyatakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) siap dilaksanakan pihak sekolah di wilayah setempat. Demikian hal itu disampaikan Kepala Disdik Achmad Wardoyo didampingi Sekdin Disdik Sugiyanto pada sosialisasi UNBK yang berlangsung di ruang pertemuan kantor setempat, Kamis (19/01).

Selengkapnya...

Tim Saber Pungli Kabupaten Blora Terbentuk

Bupati Blora Djoko Nugroho menyatakan setelah terbentuk Tim Satuan Tugas Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli) di Kabupaten Blora tidak ada lagi dugaan praktik pungli yang dilakukan oleh oknum-oknum di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Blora.

Selengkapnya...

Dinporabudpar Blora Susun Kalender Event

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora, Kunto Aji mengemukakan geliat pariwisata di wilayah setempat makin diminati wisatawan. Oleh karenanya akan lebih intensif dilakukan penataan dan disusun dalam kelender event.

Selengkapnya...

KABUPATEN BLORA PILOT PROJECT CCS

Kabupaten Blora ditunjuk menjadi pilot project penerapan teknologi tangkap, angkut, simpan karbon atau carbon capture and storage (CCS). Program ini digagas Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerja sama dengan Pemerintah Jepang.

Selengkapnya...

Ketua Persit Blora Ajak Tanam Cabai

Ketua Persatuan Istri (Persit) Kartika Chandra Kirana Cabang XLII Kodim 0721/Blora Yulia Susilo beserta anggota melaksanakan penanaman bibit cabai pada media polybag di halaman kantor Makodim, Rabu (18/01).

Selengkapnya...

Blora Potensi Kembangkan Budidaya White Melon

Ketua Koperasi Cahaya Wiratagama Mandiri Kecamatan Ngawen Pujianto mengungkapkan telah berhasil membudidayakan White Melon di enam wilayah Kecamatan di Kabupaten Blora. Buah berwarna putih  dan berukuran besar itu beken disebut Timun Jepang.

Selengkapnya...

PENELUSURAN CAGAR BUDAYA PECINAN BLORA DAN SEKITARNYA

SEKILAS TENTANG PECINAN DI INDONESIA

Hampir seluruh kota di Indonesia memiliki Kawasan Pecinan yang memiliki fungsi sebagai kawasan sentra perdagangan dan permukiman bagi etnis Cina. Tipikal kota-kota Jawa pada masa kolonial ditinjau dari tata ruang dan bangunannya terdiri atas alun-alun, masjid, kantor pemerintahan, penjara, dan kampung Cina.

Selengkapnya...

Festival Sedulur Sikep Samin di Sambongrejo

Festival Sedulur Sikep digelar Komunitas Samin di Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong, Sejumlah kegiatan diadakan dalam festival yang baru kali pertama diselenggarakan tersebut.

Selengkapnya...

Video Gallery


barong_p1.flv barong_p1.flv
Duration: 353
Date: October 18, 2014
Views: 0

barong_p2.flv barong_p2.flv
Duration: 266
Date: October 18, 2014
Views: 0

Link Daerah

   
 Badan Penanaman Modal dan Perijinan Kabupaten BLora    
     
 

 

     
   

S I M