Budidaya Buah Melon Orange Prospektif Dikembangkan


Blora - Budidaya buah melon orange ternyata menarik untuk ditekuni. Selain memiliki rasa yang lebih enak dan harum ketimbang melon hijau, melon ini rupanya juga memiliki harga jual yang lebih tinggi sehingga lebih menguntungkan.

Hal itu diungkapkan oleh Mustari, salah satu petani melon asal Mentul, Kelurahan Karangboyo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah usai melakukan panen melon orange bersama Wakil Bupati H. Arief Rohman dan Field Manager PT. Pertamina EP 4 Cepu, Afwan Daroni, Senin (13/5/2019).

Menurut Mustari, baru kali ini ia melakukan uji coba penanaman melon orange dan ternyata hasilnya bagus sehingga cocok untuk terus dikembangkan.

“Memang ukuran buahnya lebih kecil daripada melon hijau, namun harganya lebih mahal. Ada selisih harga Rp5.000/kg jika dibandingkan dengan melon hijau. Baunya juga lebih harum dan warnanya menarik sehingga banyak yang minat,” kata Mustari.

Untuk biaya produksi dan perawatannya, di lahan melon seluas 4000 meter persegi menerangkan bahwa biaya produksi hampir sama dengan melon hijau.

“Kalau melon hijau per buahnya bisa mencapai berat 4 kilogram, sedangkan melon orange ini rata-rata hanya 2,5 kilogram,” jelasnya.
Meski demikian, jumlah buahnya lebih banyak sehingga lebih untung. Daunnya juga tetap hijau saat melon matang, sehingga terlihat lebih segar.


“Tidak mengering seperti melon hijau,” lanjutnya.

Kendala budidaya melon orange ini, menurutnya, adalah kekhawatiran serangan penyakit kresek yang terkadang menyerang tanaman. Sehingga petani harus rutin melakukan pemeriksaan tanaman.

“Untuk pemasaran, alhamdulillah tempat saya tidak kesulitan.Sebab kebun melon saya kemas untuk agrowisata,” jelasnya.
Dengan demikian, lanjutnya, banyak dikunjungi masyarakat untuk belajar berkebun dan bisa petik sendiri.


“Dengan begitu kita bisa jual harga lebih tinggi dari harga tengkulak yang sering merugikan petani,” jelasnya.

Wakil Bupati, H. Arief Rohman menyatakan apresiasinya atas kegigihan Mustari dalam menanam melon.

“Apa yang ditanam Mas Mustari ini membuktikan bahwa Kabupaten Blora memiliki potensi hortikultura yang besar,” katanya.

Anggapan Blora yang dipandang kering dan hanya menghasilkan jati, kata dia, lama-kelamaan akan hilang.

“Kami akan terus mendampingi para petani yang semangat mengembangkan komoditas hortikultura seperti ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Wakil Bupati juga mengucapkan terimakasih kepada Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura, Kementerian Pertanian RI, Suwandi, yang telah memberikan bantuan benih buah-buahan untuk Kabupaten Blora, seperti melon orange ini.

Untuk diketahui, melon orange juga memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan tubuh. Di antaranya meningkatkan daya tahan tubuh, sebagai zat anti oksidan, mencegah diabetes dan stroke, menjaga kesehatan mata, mencegah sembelit, menurunkan tekanan darah dan cocok untuk menurunkan berat badan. (Dinkominfo Kab. Blora).

    Berita Terbaru

    PELANTIKAN PENGURUS IARMI DPK BLORA PERIODE 2019-2023
    20 Juli 2019 Jam 10:55:00

    Pengurus  Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa (IARMI) Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Blora...

    Kabupaten Blora Masuk Pentahapan Eliminasi Kusta
    18 Juli 2019 Jam 11:25:00

    Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Jawa Tengah menjelaskan penderita penyakit kusta pada lima...

    Dandim 0721 Blora Terima Penghargaan dari Pangdam IV Diponegoro
    18 Juli 2019 Jam 08:12:00

    Dandim 0721 Blora, Letkol Inf. Ali Mahmudi, SE, terima penghargaan dari Pangdam IV Diponegoro,...