Pendidikan dan Pelatihan Kerja Tahap III di BLK Blora


Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan kerja standar kompetensi tahap III tahun 2019.

Kepala UPT BLK Dinperinaker Blora Amik Kristanti melalui Kasubbag TU Dwi Hanto menjelaskan pelatihan tahap III tahun 2019 diselenggarakan mulai 19 Juni 2019 hingga satu bulan kedepan.

“Untuk tahap III ini dibuka lima kelas, yaitu komputer, rias/salon kecantikan, boga, bordir dan otomotif. Hanya saja waktu pelatihan berbeda, masing-masing kelas dipandu oleh instruktur yang membidangi dan bersertifikat,” jelasnya, di Blora, Senin (24/6/2019).

Untuk bordir dilaksanakan 25 hari, rias/salon kecantikan 25 hari, komputer 30 hari, bordir 25 hari, boga 20 hari dan otomotif 30 hari.
Jumlah peserta, lanjutnya, sebanyak 80 orang. Masing-masing kelas 16 peserta. Anggarannya dari APBN.

Pihaknya berharap agar waktu pelatihan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya dan tekuni oleh peserta. Kalau tidak tahu silahkan bertanya kepada para instruktur.

Tujuan diadakan pelatihan, kata Dwi Hanto, untuk memberikan soft skill bagi calon tenaga kerja sehingga para peserta pelatihan tersebut bisa mendapat ilmu dalam bidang yang diikuti.

“Melalui pelatihan ini nantinya mereka bisa mendapat dan menciptakan pekerjaan yang layak dengan bekal yang telah diterima selama pelatihan,” katanya.

Pesertanya, lanjutnya, berdasarkan hasil seleksi dan tes tertulis yang telah diinformasikan sebelumnya ke desa dan kelurahan.

“BLK Blora secara bertahap setiap tahun akan melakukan pelatihan kerja,” jelas Dwi Hanto.

Kepala UPT BLK Dinperinaker Blora Amik Kristanti, mengemukakan di tahun 2019 pihaknya membuat inovasi yang berbeda dari tahun sebelumnya.

“Yakni, BLK Blora kini telah mempunyai mars. Mungkin ini satu-satunya BLK di Indonesia yang mempunyai mars BLK,” jelasnya.

Bagi para peserta, menurut Amik, setelah mengikuti pelatihan mampu diaplikasikan ke masyarakat atau keluarga.

“Jadi bukan dijadikan sebagai kekayaan keterampilan yang kita miliki tapi harus diaplikasikan. Kita wujudkan dalam bentuk pekerjaan, baik di lembaga kerja maupun secara mandiri,” ujarnya.

Amik meminta, bagi para peserta pelatihan yang nantinya sudah bekerja baik di lembaga kerja maupun secara mandiri diminta untuk melapor.

“Sehingga kami bisa memonitor. Dan pelatihan yang kami berikan tidak sia-sia. Dan alhamdulillah, dari tahun 2017, sudah banyak alumni yang memberikan informasi kalau sudah bekerja,” ucapnya. (Dinkominfo Kab. Blora).

    Berita Terbaru

    DPRD Blora Siap Kerja Keras Setelah AKD Dibentuk
    23 Oktober 2019 Jam 06:45:00

    Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora telah menyelesaikan pembentukan alat...

    Dipimpin Bupati Blora, Peringatan HSN 2019 Khidmat dan Meriah
    22 Oktober 2019 Jam 18:42:00

    Apel akbar peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke V Tahun 2019 di Alun-Alun Kabupaten Blora,...

    30 Tangki Air Disalurkan PWI, Polres dan Dinkominfo
    22 Oktober 2019 Jam 17:36:00

    Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Blora bekerja sama dengan Polres dan Dinas...