Seputar Blora

Sedulur Sikep Blora, Warisan Budaya Tak Benda


Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora, Slamet Pamuji, SH, M.Hum mengatakan bahwa keberadaan Sedulur Samin Sikep di Kabupaten Blora merupakan penghargaan sebagai warisan budaya tak benda atau lebih dikenal istilah budaya hidup.

Hal itu disampaikan ketika memberi sambutan mewakili Bupati Blora Djoko Nugroho pada acara wayangan tirakatan Suroan Sedulur Sikep Nunggal Roso di halaman depan pendopo Samin Karangpace, Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Senin (16/9/2019).

“Keberadaan Sedulur Sikep merupakan penghargaan kedua di Kabupaten Blora sebagai warisan budaya tak benda. Ini sudah tercatat di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” katanya.

Nanti, lanjutnya, secara resmi akan diserahkan Surat Keputusannya (SK) oleh Mendikbud melalui Dirjen Kebudayaan pada tanggal 11 September 2019. Kemudian pada tanggal 22 September 2019 akan dihelat pertemuan ageng di Dukuh Blimbing Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong.

“Pertemuan ageng ini nanti terbuka untuk umum di pendopo Mbah Pramugi Sambongrejo. Nanti bisa silaturahmi, tukar pikiran. Atau kalau boleh meminjam istilahnya Mbah Lasiyo, ngumpulke balung pisah (mempersatukan yang terpisah), biar tidak putus persaudaraan,” ujarnya.

Penyerahan SK warisan budaya tak benda Sedulur Sikep, kata Slamet Pamuji, akan diserahkan di Stadium Seni Budaya Tirtonadi pada Kamis (19/9/2019) malam oleh Dirjen Kebudayaan Kemendikbud kepada Bupati Blora.

Jadi ada dua warisan budaya tak benda untuk Blora, yang pertama, kita sudah mendapatkan, yakni Barongan Blora. Kemudian, yang kedua budaya Sedulur Sikep.

“Sehingga pada Indonesiana tahun ini mengangkat kearifan lokal Sedulur Sikep. Dengan demikian Sedulur Sikep ini bukan hanya milik Karangpace, Blimbing, Menden, tapi ini adalah milik masyarakat Blora,” jelasnya.

Menurut Slamet Pamuji, diharapkan nilai-nilai Sedulur Sikep, akan selalu kita pegang teguh, akan dipertahankan, kita wariskan kepada generasi kita selanjutnya.

“Sedulur Sikep merupakan aset Kabupaten Blora,” tandasnya.

Berkaitan dengan penyelenggaraan wayangan tirakatan Suroan Sedulur Sikep Nunggal Roso, pemerintah kabupaten Blora mengapresiasi dan mendukung sebagai peristiwa budaya yang diselenggarakan setiap tahun oleh komunitas budaya.  Baik atas inisiatif Sedulur Sikep maupan kerja sama yang terjalin dengan berbagai pihak yang peduli melestarikan kearifan lokal.

Hadir pada acara wayangan tirakatan Suroan Sedulur Sikep Nunggal Roso di antaranya, perwakilan Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, Kapolres Blora AKBP Antonius Anang Tri Kuswindarto, Dandim 0721 Blora Letkol Ali Mahmudi, Perwakilan Kepala Badan Kesbangpol Blora, Anggota DPRD Blora, Sedulur Sikep dari sejumlah wilayah baik dari dalam dan luar kabupaten Blora dan anggota Pramuka Satuan Karya Bhayangkara Kecamatan Randublatung.

Wayang kulit menampilkan dalang Jati Murti Probo Raharjo dari Pemalang, Jawa Tengah dengan mengambil lakon Wahyu Makutha Rama.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan apresiasi terselenggaranya pagelaran wayang kulit semalam suntuk.

Apresiasi tersebut disampaikan oleh Gubernur melalui sambutan tertulis yang dibacakan oleh perwakilan Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah.

Menurut Gubernur, kegiatan ini tidak sakadar wayangan, namun lebih pada upaya mempererat tali silaturahmi, bersyukur kepada Illahi atas segala rahmat yang kita dapat.

Kegiatan ini, henddaknya didayagunakan untuk introspeksi diri atas berbagai hal yang telah dilaksanakan dalam satu tahun terakhir. Kemudian berusaha tidak melakukan kesalahan yang sama supaya tidak menjadi manusia yang merugi.

Sementara itu, Heri, selaku penyelenggara inti acara wayangan menngungkapkan rasa syukur bahwa acara ini bisa digelar dan didukung oleh keluarga dan Sedulur Sikep.

“Kami bersyukur bisa menyatu dan berkumpul bersama keluarga dari Pemalang di Karangpace. Bersama dan silaturahmi sebagaimana agenda yang telah kami rencanakan. Terimakasih kepada semua pihak yang telah memberi dukungan,” ujarnya.

Pertunjukan ditandai penyerahan tokoh wayang oleh Lasiyo kepada dalang Jati Murti Probo Raharjo dalam lakon Wahyu Makutha Rama. Acara disiarkan langsung LPPL Radio Gagakrimang. (Dinkominfo Kab. Blora).


    Berita Terbaru

    Dipimpin Bupati Blora, Peringatan HSN 2019 Khidmat dan Meriah
    22 Oktober 2019 Jam 18:42:00

    Apel akbar peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke V Tahun 2019 di Alun-Alun Kabupaten Blora,...

    30 Tangki Air Disalurkan PWI, Polres dan Dinkominfo
    22 Oktober 2019 Jam 17:36:00

    Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Blora bekerja sama dengan Polres dan Dinas...

    Pemkab Blora Jalin Kerja Sama dengan Fakultas Kehutanan UGM
    22 Oktober 2019 Jam 14:03:00

    Luasnya hutan di Kabupaten Blora yang mencakup hampir 50 persen keseluruhan wilayah membuat...