Berita Terkini

Sebanyak 37 Stand Ramaikan Blora Agriculture Festival 2019


Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora, Jawa Trengah, Ir. Hj. Reni Miharti, M. Agr.Bus menyampaikan tujuan penyelenggaraan Blora Agriculture Festival 2019 untuk meningkatkan kesadaran seluruh lapisan masyarakat terhadap potensi produk pertanian Kabupaten Blora.

Hal itu disampaikannya dalam laporan penyelenggaraan Blora Agriculture Festival 2019 di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora, Jumat (4/10/2019).

Tujuan lainnya yaitu menggalang kerjasama dan keterlibatan segenap pemangku kepentingan/stakeholders dalam perkembangan pertanian di kabupaten Blora.

Kemudian, sebagai ajang untuk tukar menukar informasi dan perkembangan teknologi pertanian.

Tema Blora Agriculture Festival 2019, “Inovasi Teknologi Pertanian, Wujudkan Blora Sebagai Lumbung Pangan Jawa Tengah”  digelar dalam rangka menyambut peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS)  tanggal 16 Oktober.

“Hal itu dikandung maksud, kabupaten Blora sebagai salah satu sentra penghasil komoditas pertanian utama di Jawa Tengah, selalu berinovasi untuk meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas unggulan guna meningkatkan kesejahteraan petani dan memenuhi kebutuhan pangan di Jawa Tengah maupun Nasional,” jelasnya.

Blora Agriculture Festival 2019 diikuti oleh 37 stand pameran dan berlangsung Jumat (4/10/2019) hingga Minggu (6/10/2019).

Peserta pameran terdiri 16 stand Balai Penyuluh Pertanian (BPP) kecamatan se Kabupaten Blora, Stand Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Stand beberapa Organisiasi Perangkat Daerah Kabupaten Blora.

Kemudian UMKM binaan OPD Kabupaten Blora, produsen benih, produsen pupuk, pabrik gula GMM, petani hortikultura, kelorina, KTNA, SMK Kabupaten Blora dan stand kuliner kabupaten Blora.

Rangkaian kegiatan Blora Agriculture Festival 2019, kata Reni Miharti, dimeriahkan dengan lomba mewarnai TK Kecamatan Jepon/Blora.

Lomba cerdas cermat petani/kelompencapir yang diikuti 16 kecamatan. Lomba cipta menu untuk PKK semua kecamatan dan organisasi se kabupaten Blora.

Selanjutnya, lomba gerak dan lagu bertema pertanian untuk siswa SMP. Hiburan musik dan senam massal menjelang penutupan pada Minggu pagi (6/10/2019).

Dikatakan lebih lanjut, dalam rangka peningkatan produksi dan produktivitas pertanian serta pencapaian ketahanan pangan, petani dan warga di Kabupaten Blora, pada tahun 2019 mendapatkan bantuan pertanian, yakni :

Bidang Ketahanan Pangan, bantuan pasar murah sebanyak 500 paket senilai @ Rp50.000,00 yang ditebus dengan harga Rp10.000,00. Bantuan beras cadangan pangan sebesar 6 ton.

Kemudian bantuan RMU/Rice Milling Unit untuk pengembangan usaha pangan masyarakat/Toko Tani Indonesia sejumlah dua unit. Bantuan gabah untuk kelompok lumbug pangan sejumlah 6,6 ton. Bantuan lumbung pangan sejumlah dua unit. Bantuan desa mandiri pangan berupa kambing sebanyak 240 ekor.

Bidang Tanaman Pangan, bantuan benih padi inhibrida 761,6 ton. Benih padi hibrida 53,035 ton. Benih jagung hibrida 469, 395 ton. Benih kedelai 53 ton. Benih kacang tanah 24 ton. Benih kacang hijau 16,875 ton.

Kemudian bantuan alat mesin pertanian, berupa 3 unit traktor roda empat, 13 unit traktor roda dua, 5 unit mesin pemipil jagung com sheller roda tiga, 7 unit cultivator, 32 unit pompa air, 15 unit power threser multiguna, 5 unit UV Dryer kapasitas tiga ton dan 1 unit vertical dryer.

Bidang Hortikultura, bantuan berupa sarana produksi cabai merah untuk kawasan seluas 20 ha, sarana produksi jeruk untuk kawasan seluas 60 ha, saprodi mangga untuk kawasan seluas 25 ha, saprodi bawang merah untuk kawasan seluas 20 ha, sarana bangsal pasca panen bawang merah sebanyak 1 unit dan benih buah-buahan sebanyak 6.550 batang.

Bidang Perkebunan, benih kelapa sebanyak 3.000 batang, benih kapas seluas 2 ha, benih kopi seluas 2 ha.
Selanjutnya cultivator sebanyak 14 unit, kendaraan roda tiga sebanyak 4 unit, handsprayer sebanyak 30 unit, pupuk NPK non klor sebanyak 10 ton dan sumur gali sebanyak 15 unit.

“Selain itu, pada tahun 2019 ini, juga ada bantuan program bekerja (bedah kemiskinan rakyat sejahtera) dari kementerian berupa bantuan bibit durian, bagi sekitar 9 RTM di kabupaten Blora,” jelas Ir. Reni Miharti.

Secara simbolis, bantuan diserahkan oleh Bupati Blora Djoko Nugroho, Wakil Bupati Arief Rohman, M.Si dan Forkopimda Blora.

Dalam sambutannya, Bupati Blora Djoko Nugroho menyampaikan antara lain dalam usaha tani yang terpenting adalah peningkatan produksi dan pemasaran. Oleh karena itu perlu dilakukan berbagai macam inovasi teknologi pertanian.

Di antaranya, kata Bupati Blora, inovasi varietas, mekanisasi, penggunaan mesin olah tanah, mesin tanam, dan mesin panen.

“Hal ini bukan untuk menggantikan peran petani, melainkan untuk meningkatkan produksi sehingga hasilnya melimpah,” kata Bupati Blora.

Untuk itu kegiatan Blora Agriculture Festival 2019, sangat penting agar petani dapat bertemu dengan petani lain serta konsumen untuk meningkatkan pemasaran produk unggulan yang dimiliki.

Bupati Blora juga menyampaikan program kementerian yang mendorong program satu juta petani milenial perlu didukung penuh agar terealisasi.

“Petani muda adalah masa depan pembangunan pertanian kita dalam mempertahankan Blora sebagai lumbung pangan Jawa Tengah,” ujarnya.

Bupati Blora juga menyempatkan menyapa anak-anak TK yang mengikuti lomba mewarnai dilanjutkan meninjau stand pameran bersama Wakil Bupati Blora Arief Rohman, M.Si, Forkopimda, pimpinan OPD, organisasi wanita dan forkopimcam. (Dinkominfo Kab. Blora).

    Berita Terbaru

    Dipimpin Bupati Blora, Peringatan HSN 2019 Khidmat dan Meriah
    22 Oktober 2019 Jam 18:42:00

    Apel akbar peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke V Tahun 2019 di Alun-Alun Kabupaten Blora,...

    30 Tangki Air Disalurkan PWI, Polres dan Dinkominfo
    22 Oktober 2019 Jam 17:36:00

    Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Blora bekerja sama dengan Polres dan Dinas...

    Pemkab Blora Jalin Kerja Sama dengan Fakultas Kehutanan UGM
    22 Oktober 2019 Jam 14:03:00

    Luasnya hutan di Kabupaten Blora yang mencakup hampir 50 persen keseluruhan wilayah membuat...