Seni dan Budaya

Kandiporabudpar Kab. Blora Drs. Kunto Aji : “Kebudayaan Jangan Dinomor Sekiankan”


Kepala Dinas Kepemudaan, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Drs. Kunto Aji menyatakan kebudayaan sebagai daya tangkal segalanya bagi masyarakat berbudaya, sehingga tidak bisa dinomor sekiankan.

Demikian hal itu disampaikan oleh Kepala Dinporabudpar Kunto Aji dalam Forum Group Diskusi penguatan penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kabupaten Blora Tahun 2018 di Gedung Sasana Bhakti, Kamis, (7/6/2018).

“Kebudayaan tidak bisa di nomor sekiankan. Kebudayaa sebagai daya tangkal segalanya bamasyarakat berbudaya,” ucap Kunto Aji.

Ia menjelaskan di kebudayaan tercipta oleh banyak faktor organ biologis manusia, lingkungan alam, lingkungan sejarah, dan lingkungan psikologinya.

Masyarakat yang berbudaya, kata dia, membentuk pola budaya disekitar satu atau beberapa fokus budaya. Fokus budaya dapat berupa nilai, misalnya, keagamaan, ekonomi, ideologi dan sebagainya.

Lebih lanjut disampaikan, Kabupaten Blora menindak lanjuti program Dirjen Kebudayaan, dimana kabupaten/kota se Indonesia menyusun pokok pikiran kebudayaan daerah yang pada gilirannya untuk memajukan kebudayaan yang ada di wilayahnya masing-masing.

“Scedule waktu penyusunan dimulai awal bulan Juni 2018. Alhamdulilah, Kabupaten Blora menjadi pilot project, bersama lima kabupaten/kota lainnya di Indonesia. Jadi ada enam kabupaten/kota. Tapi konskewensinya kita harus berpacu karena dikejar waktu. Bulan Juni 2018 harus selesai penyusuna PPKD,” jelasnya.

Masih menurut Kunto Aji, pokok pikiran kebudayaan daerah Blora yang disusun sesuai yang disepakati oleh tim PPKD ada empat.

Pertama, mengangkat festival sastra di Kabupaten Blora dengan mengangkat rumah masa kecil dan karya sastra Pramoedya Ananta Toer.

Kedua, kampung samin atau warga samin. Ketiga, teknologi tradisional sumur gowak. Keempat, sumur tradisional.

“Meskipun seni budaya yang lain, seperti ketoprak, barongan, wayang kulit, wayang krucil, dengan barbagai sub itemnya, juga banyak. Oleh karena itu pada kesempatan kami minta saran dan usulan darin para peserta yang hadir,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, secara bergiliran dipaparkan oleh pegawai Dinporabudpar tentang data borang cagar budaya yang sudah diinput di aplikasi PPKD 2018, antara lain meliputi struktur, bangunan, situs, benda dan kawasan cagar budaya.

Kemudian juga disampaikan borang permainan rakyat, yang masalahnya antara lain sebagian besar permainan tradisional mulai ditinggalkan, sehingga perlu revitalisasi/reaktualisasi dolanan anak lewat media yang lebih populer atau berbasis game.

Selanjutnya dijelaskan obyek pemajuan kebudayaan. Antara lain meliputi tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus dan pengetahuan tradisional.

Dipaparkan juga oleh pagawi Dinporabudpar, yakni tenkologi tradisional seperti capil, arit, cikar, cuwo dan genuk. Yang perlu didokumentasikan pembuatan replika sebagai poengetahuan.

Acara FGD PPKD mendapat respon bagus dari sejumlah peserta yang hadir. Di antaranya Ketua Pepadi Blora H. Sukarno.
Menurutnya, seni budaya tradisional di Blora perlu masuk dalam muatan lokal pembelajaran pendidikan siswa di sekolah.

“Seni budaya tradisional di Blora perlu masuk dalam muatan lokal pembelajaran pendidikan siswa di sekolah,” ujarnya.

Acara di hadiri Kabid Kebudayaan Wahyu Tri Mulyani, Kabid Pariwisata Heksa Wismaningsih, pemerhati , peneliti, pelaku seni budaya Blora, seniman, pegiat pokok pikiran kebudayaan dan Perwakilan Asosiasi Antropologi Indonesia. (Dinkominfo Kab. Blora).

    Berita Terbaru

    Bupati Djoko Nugroho Ajak Umat Muslim Jaga Kerukunan
    17 Juni 2018 Jam 05:37:00

    Bupati Djoko Nugroho mengajak seluruh umat muslim agar senantiasa menjaga dan meningkatkan...

    Setelah Sholat Ied Berjamaah, Bupati Djoko Nugroho dan Forkopimda Gelar Open House Lebaran 2018
    17 Juni 2018 Jam 05:18:00

    Bupati Blora Djoko Nugroho didampingi istri Ny. Hj.Umi Kulsum menggelar Open House di rumah...

    Warga Diimbau Hemat Air dan Waspada Kebakaran Musim Kemarau
    13 Juni 2018 Jam 06:53:00

    Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora Sri Rahayu...