Berita Terkini

Rumah Masa Kecil Pramoedya Jadi Rumah Sastra Blora


Direktur Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia Dra. Triana Wulandari M.Si mengatakan rumah masa kecil sastrawan Pramoedya Ananta Toer akan dijadikan sebagai rumah sastra.

Hal itu disampaikan saat memberi sambutan pada pembukaan program Indonesiana 2018 bertajuk Cerita dari Blora di rumah masa kecil sastrawan Pramoedya Ananta Toer, Rabu (11/9/2018).

“Seorang tokoh besar sastrawan yang hebat. Apabila membaca karya-karya Pram, pasti ingin Pram itu hadir dan hidup kembali. Dan ketika kita membaca karya-karyanya, cerpennya, semua itu hampir berdekatan dengan sejarah pada masa itu,” kata Direktur Sejarah Kemendikbud Dra. Triana Wulandari, M.Si.

Selaku Direktur Sejarah, kata dia, bangga bahwa karya-karya Pram bisa dinikmati dan dibaca. Yang paling penting rumah masa kecil sastrawan Pramoedya Ananta Toer akan dijadikan sebagai rumah sastra.

“Karya-karya Pram tidak hanya dinikmati sebagai perpustakaan, tetapi sekaligus sebagai rumah belajar dan menulis bagi seluruh warga masyarakat di Blora, Indonesia dan luar negeri. Karena Pramoedya dikenal seluruh dunia,” jelasnya.

Tujuannya, bahwa kepiawaian dari Pramoedya dan seluruh keluarganya bisa diteruskan oleh seluruh masyarakat. Khususnya generasi muda, anak-anak sekolah.

Anak-anak yang masih kecil, menurut dia, agar mau, untuk menyadari bersastra, mau belajar bagaimana menghasilkan karya, menulis, menyampaikan ide dan karyanya minimal 60 hingga 70 persen hampir seperti Pram dinilai luar biasa.

“Karena Pram sangat menginspirasi, memberikan spirit, motivasi. Khususnya kami di sejarah yang paham tentang Blora, sekitar Jawa Tengah salah satunya melalui karya sastra Pram,” kata dia.

Jadi, lanjut dia, rupanya belajar sejarah tidak harus laterlek melalui pelajaran sejarah, tetapi melalui sastra, melalui karya yang maha hebat ini dengan kata-kata yang indah.

“Ketika kita membaca satu karya Pram, saya yakin. Semua ingin mengulang. Nah, sekarang bagaimana anak-anak di Blora ini bisa termotivasi membuat karya-karya yang indah seperti Pram ini. Saya yakin Indonesiana akan ke arah itu,” jelasnya.

Titik Indonesiana inilah, kata dia, yang akan menjadikan Kapubaten Blora menjadi titik penting.

“Tidak hanya Cepu karena minyaknya. Tetapi paling tidak Blora terkenal akan sastranya. Dan nanti lahir anak-anak yang sudah fasih bersastra. Seperti halnya di Bali, istilahnya anak-anak sudah bisa nari begitu lahir, sudah bisa mahat dan berbagai berkesenian,” ujarnya.

Di Blora, nanti anak-anak sudah bisa bersastra. Sebab, kata dia, visi misi Bupati dan Wakil Bupati Blora sudah sejalan.

“Saya mengapresiasi kerja panitia. Mudah-mudahan Cerita dari Blora ini menghasilkan poin-poin penting. Menghasilkan berbagai kebijakan khususnya di Kabupaten Blora. Dan saya dengar bandara Ngloram di Cepu dibangun, otomatis ini akan membantu seluruh masyarakat akan datang ke Blora ke rumah Pram,” tandasnya.

Masih menurut Dra. Triana Wulandari, M.Si, pihaknya juga mendapat tugas untuk merevitalisasi rumah masa kecil Pram menjadi rumah sastra.

Di tempat yang sama Wakil Bupati Blora H. Arif Rohman, MSi antara lain menyampaikan melalui pengenalan rumah sejarah yang telah diinisiasi dengan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud menunjukkan Blora punya tokoh internasional, tokoh dunia. Sehingga lewat event mengenang sejarah Pram merupakan salah satu upaya sejarah yang sangat luar biasa.

Dikataknnya, dirinya sudah koordinasi dengan sejumlah BUMN, bahwa punya mimpi, yang sudah diawali oleh Dirjen Kebudayaan, nanti kalau diijinkan oleh keluarga, akan di bangun pendopo atau joglo dari kayu jati.

“Nanti akan disiapkan kamar-kamar untuk pengunjung. Setiap hari Minggu atau libur diadakan lomba penulisan bagi anak-anak pelajar,” jelasnya.

Acara pembukaan Festival Cerita dari Blora antara lain dihadiri oleh Asisten Setda Blora, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, Pelajar SMA dan anak serta kelurga Pramoedya Anatan Toer.

Mengawali kegiatan dilakukan doa dan pemotongan tumpeng, kemudian dilanjutkan pembukaan pameran Memorabilla Pram.
Pada hari pertama kegiatan digelar talk show Cerita dari Blora. Kemudian bedah buku Cerita dari Blora di rumah masa kecil Pram. Dan opening ceremony Cerita dari Blora di landscape Kunden. (Dinkominfo Kab. Blora).

    Berita Terbaru

    Peringatan HPS 2018 Momentum Promosi Potensi Blora
    20 September 2018 Jam 13:52:00

    Kabupaten Blora menjadi tuan rumah peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2018 tingkat Provinsi...

    Ciptakan Kamtibmas Jelang Pemilu 2019
    20 September 2018 Jam 07:28:00

    Kapolres Blora AKBP Saptono,S.I.K.,M.H memimpin rapat lintas sektoral pengamanan Pemilu 2019....

    Polres Blora Gelar Apel Pasukan Operasi Mantab Brata Candi 2018
    19 September 2018 Jam 11:57:00

    Kepolisian Resor (Polres) Blora, Jawa Tengah melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap...