Berita Terkini

Nuansa Religius Haul Sunan Pojok 2018


Peringatan Haul Sunan Pojok Blora (Syech Abdurrohim) tahun 2018 dipadati ribuan peziarah dari dalam dan luar Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah. Agenda tahunan itu digelar oleh panitia untuk menghormati tokoh besar dan pejabat tinggi yang memiliki jasa besar berdirinya Kabupaten Blora.

Ketua Peringatan Haul Sunan Pojok Blora (Syech Abdurrohim) Drs. Suryanto, M.Si dalam sambutan pucak acara Haul Sunan Pojok Blora antara lain mengatakan setiap tahun perkembangan peziarah semakin meningkat jumlahnya.

“Hal ini menunjukkan semakin cintanya kepada Sunan Pojok (Syech Abdurrohim) sebagai tokoh pendiri Blora. Dari amatan setiap kegiatan ini berlangsung, 90 persen yang hadir adalah kaum ibu,” kata Suryanto, di Blora, Minggu (8/10/2018).

Dengan demikian, lanjutnya, kaum ibu sebagai tiang keluarga, maka perlu dibekali dan dilengkapi dengan keterampilan.

“Dengan hadirnya perempuan mengikti pengajian, diharapkan warga Kabupaten Blora dan sekitarnya semakin mantap imannya dalam keluarga,” jelasnya.

Suryanto juga mengucapkan terimakasih kepada Bupati Blora Djoko Nugroho, Forkopimda, Forkopimca yang telah mendukung suksesnya kegiatan.

“Tak terkecuali, kami haturkan terimakasih kepada anggota TNI dan Polri yang telah mendampingi setiap kegiatan berlangsung,” ucapnya.

Pihak panitia dan Yayasan Sunan Pojok, memohon maaf karena belum bisa memberi fasilitas dan menjamu lebih kepada masyarakat.

Pada kesempatan itu Ketua DPRD Kabupaten Blora Ir. Bambang Susilo mengatakan dukungan dan mengapresiasi terselenggaranya kegiatan yang termasuk salah satu program yang dilaksanakan oleh pemkab Blora.

“Legislatif bersinergi dan mendukung program yang dilaksanakan oleh eksekutif, sehingga terjalin sinergitas yang harmonis untuk warga masyarakat,” kata Bambang Susilo.

Di tempat yang sama, Bupati Blora Djoko Nugroho mengatakan setiap kegiatan berlangsung pada tiap tahun mendatangkan berkah baik bagi pedagang dan masyarakat serta panitia.

“Makam Sunan Pojok adalah destinasi wisata relegius. Sehingga ke depan perlu lebih difasilitasi bagi para peziarah dan pengunjung,” kata Bupati Djoko Nugroho.

Bupati juga mengingatkan kepada warga masyarakat agar menggunakan hak pilihnya pada pemilihan umum yang akan diselenggarakan pada 17 April 2019.

“Gunakan hak pilih, datanglah ke tempat pemungutan suara. Sebab ini pesta demokrasi, dengan ikut memilih artinya juga cinta tanah air,” tandasnya.

Kegiatan Haul Sunan Pojok tahun 2018 yang diselenggarakan tak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan berlangsung hari Sabtu (6/10) hingga Minggu (7/10).

Rangkaian kegiatan, Sabtu (6/10) pukul 20.00 WIB sampai dengan selesai Khotmil Qur’an Bin Nadlor dan Pembukaan Kelambu Sunan Pojok Blora (Syech Abdurrohim) di makam Sunan Pojok.

Kemudian Minggu (7/10) pukul 06.00 WIB sampai dengan 13.00 WIB Khotmil Qur’an Bil Ghoib di makam Sunan Pojok.

Selanjutnya, pukul 13.00 WIB sampai dengan16.30 WIB Tahlil, Doa Khotmil Quran dan Tausyiah Umum bersama Forkopimda Blora.
Sebagai acara inti yaitu Pengajian Akbar oleh KH Agus Ali Masyhuri dari Tulangan, Sidoarjo, Jawa Timur. Pelaksanaan mulai pukul 20.00 WIB di depan makam Sunan Pojok.

Sebelum pengajian akbar dimulai, dilaksanakan tahlil yang dipimpin oleh KH Afifudin.

Selanjutnya, Ketua PCNU Kabupaten Blora Muhammad Fatah membacakan sejarah Sunan Pojok di hadapan ribuan warga masyarakat.

Sunan Pojok adalah seorang tokoh besar dan pejabat tinggi Kerajaan Mataram Islam yang mempunyai jasa besar untuk Blora.

Sunan Pojok yang mempunyai nama kecil Abdurrohim merupakan pejabat tinggi di bidang militer Kerajaan Mataram Islam yang saat itu dipimpin Sultan Agung Hanyokrokusumo yang merupakan raja ketiga Mataram Islam sekitar tahun 1613 - 1645.

Nama gelar Sunan Pojok diantaranya adalah Pangeran Pojok, Pangeran Surobahu, Pangeran Surabaya, Pangeran Sedah, Syekh Amirullah Abdurrohim serta wali Pojok Blora. Ada juga yang menyebutnya Mbah Benun.

Sebagai panglima perang, Sunan Pojok ditugaskan oleh raja Mataram, Sultan Agung Hanyokrokusumo untuk perang melawan VOC di Batavia. Sunan Pojok bersama pasukannya berhasil menang pada tanggal 26 November 1626. Kemenangan itu adalah satu-satunya melawan VOC yang dimenangkan pasukan Mataram.

Dalam buku Babad Ngeksi Gondo dan Babad Mentawis menceritakan bahwa Sultan Agung Hanyokrokusumo pernah mengirim panglima perang bernama Surobahu ke Tuban yang saat itu sedang dilanda pemberontakan. Sangat diyakini Sunan Pojok lah yang saat itu dikirim. Dengan memimpin banyak pasukan, Sunan Pojok berhasil memadamkan pemberontakan itu. Namun saat akan kembali ke istana di Yogyakarta, Sunan Pojok jatuh sakit sehingga memutuskan untuk singgah di Blora.

Sunan Pojok yang menderita sakit dan kelelahan akhirnya meninggal. Semula Sunan Pojok dimakamkan di Dusun Pojok, Desa Buluroto Kecamatan Banjarejo Blora. Kemudian makam beliau dipindahkan puteranya yakni RM.Sumodito yang diangkat sebagai Bupati Blora pertama kali oleh Sultan Hanyokrokusumo, dan makam nya dipindah ke Makam Gedong Blora yang saat ini berada di selatan Alun-alun.

Selama hidupnya, Sunan Pojok mengabdikan dirinya kepada pemerintah Kerajaan Mataram. Sunan Pojok juga terkenal welas asih, selain sebagai panglima perang, selama di Blora beliau menyebarkan agama islam dengan ketulusan dan kasih sayang. Oleh karena itu Sunan Pojok sangat dikenal masyarakat saat itu. Berbagai jabatan pernah diembannya, mulai penglima perang, adipati dan lainnya. Namun semua jabatan itu dilepasnya karena Sunan Pojok lebih memilih menjadi seorang pendakwah dan penyebar agama.

Makam Sunan Pojok berada di selatan Masjid Agung Baitunnur Blora atau di sebelah selatan Alun-alun Blora. Sunan Pojok juga yang mendirikan Masjid Agung Baitunnur di barat Alun-alun. Makam Sunan Pojok berada di kawasan yang asri, di komplek makam tersebut juga ada makam para prajurit perang yang setia mengabdi kepada Sunan Pojok. ( Dinkominfo Kab. Blora).

    Berita Terbaru

    Bersama FK Metra, Masyarakat Desa Jagong Diajak Nonton Bareng
    19 Desember 2018 Jam 05:03:00

    Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah menggelar acara Nonton Bareng (Nobar)...

    Hery Sutiyono Jadi Ketua KONI Blora Masa Bhakti 2018-2022
    18 Desember 2018 Jam 09:57:00

    Hery Sutiyono secara aklamasi terpilih kembali menjadi ketua umum Komite Olahraga Nasional...

    Bupati Djoko Nugroho Buka Musyawarah Olahraga Kabupaten KONI Blora
    18 Desember 2018 Jam 09:02:00

    Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Blora menggelar musyawarah olahraga...