Dindukcapil Blora Terbitkan 50.000 Kartu Identitas Anak


Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Blora, Riyanto S.Sos, M.Si menyatakan pada 2017 pihaknya menargetkan bisa menerbitkan Kartu Identitas Anak (KIA) sebanyak 50.000 keping secara gratis setelah sukses menjadi pilot project penerbitan KIA dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebanyak 5000 keping pada tahun 2016.


Agar target tercapai, pihaknya menggandeng TK, SD, SMP untuk melakukan pendataan anak-anak yang belum memiliki KIA untuk dilaporkan ke Dindukcapil. 


“Tidak hanya menggandeng sekolah, sejak Maret lalu kita sudah menjalin MoU dengan Rumah Sakit dan Puskesmas se Kabupaten Blora untuk bekerjasama dalam penerbitan KIA, Akta Kelahiran dan KK. Sehingga setiap ada kelahiran bayi di RS ataupun Puskesmas, petugas disana langsung melakukan pendataan untuk pembuatan dokumen administrasi kependudukan secara gratis,” kata Kepala DindukcapilBlora Riyatno, di Blora, Senin (17/7). 


Menurutnya, dengan langkah itu, hingga kini hasilnya cukup signifikan. Per tanggal 6 Juli pekan lalu Dindukcapil Kabupaten Blora telah menerbitkan KIA sebanyak 28.525 keping kepada anak-anak dibawah usia 17 tahun baik balita maupun remaja sebagai kartu identitas sebelum memiliki KTP.  


“Dari jumlah itu berarti memasuki bulan Juli ini kita sudah mencapai 57,05 persen pencetakan dari target sebanyak 50.000 keping. Rata-rata setiap hari kita cetak 150 hingga 200 keping. Sosialisasi KIA terus dilakukan agar nantinya target bisa tercapai,” lanjutnya. 


Disampaikan lebih lanjut, di dalam KIA tersebut masing-masing anak sudah memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK), sehingga kelak ketika beranjak usia 17 tahun atau menikah akan memiliki KTP dengan NIK yang sama.  


Berdasarkan Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 tentang KIA menerangkan bahwa KIA terdiri dari 2 jenis yaitu untuk anak yang berusia 0-5 tahun dan untuk anak 5 sampai 17 tahun. Dimana bagi anak WNI yang baru lahir, KIA akan diterbitkan bersamaan dengan penerbitan akta kelahiran. Untuk anak WNI yang belum berusia 5 tahun tetapi belum memiliki KIA, harus memenuhi persyaratan fotocopy kutipan akta kelahiran dan menunjukan kutipan akta kelahiran aslinya, KK asli orang tua/wali; dan KTP asli kedua orangtuanya/wali. 


Dengan memiliki KIA, diharapkan anak-anak dibawah usia 17 tahun bisa memiliki bukti diri yang bertujuan meningkatkan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik, serta sebagai upaya memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara.  


Berdasarkan pengamatan di loket pelayanan Dindukcapil Blora, ratusan warga masyarakat melakukan kepengurusan dokumen administrasi kependudukan dengan capat dan lancar. Enam loket difungsikan secara maksimal agar tidak ada antrian panjang. (Dinkominfo Kab. Blora | Tim).

    Berita Terbaru

    Pemkab Blora Rakor Bersama BPKP Tingkatkan Kualitas dan Efektivitas Melalui SPIP
    28 Februari 2024 Jam 14:45:00

    Pemerintah Kabupaten Blora menggelar rapat koordinasi bersama Perwakilan Badan Pemeriksa...

    Mahasiswa Institut Agama Islam Al Muhammad Cepu Diminta Ikut Merancang Program SSN
    26 Februari 2024 Jam 17:16:00

    Bupati Blora, H. Arief Rohman, S.I.P, M.Si, terus menggaungkan kebijakan Sekolah Sisan Ngaji...

    Haul Kedua, Makam Eyang Dipojoedo Direncanakan Jadi Destinasi Wisata Religi
    25 Februari 2024 Jam 17:05:00

    Makam Eyang Dipojoedo di Desa Tambaksari Kecamatan Blora. Kabupaten Blora, Jawa Tengah...