Seni dan Budaya

Lesbumi Blora Gelar Lomba Pidato Bahasa Jawa


Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) menggelar lomba pidato Bahasa Jawa tingkat SMA/SMK/MA se Kabupaten Blora.

Lomba pidato Bahasa Jawa dengan tema Keislaman dan Kebangsaan diselenggarakan dalam rangka Hari Santri 2022 selama dua hari, Selasa (18/10/2022) dan Rabu (19/10/2022) bertempat di pendopo rumah dinas Bupati Blora.

Ketua panitia lomba pidato Bahasa Jawa Dalhar Muhammadun dalam laporannya menyampaikan jumlah peserta lomba sebanyak 32 orang pelajar dari berbagai SMA/SMK/MA di Kabupaten Blora.

Sebelumnya ia menyebut bahwa Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) merupakan salah satu lembaga yang ada di jajaran PCNU Kabupaten Blora, mengadakan lomba pidato Bahasa Jawa tingkat SMA/SMK/MA se Kabupaten Blora dengan tujuan agar Bahasa Jawa yang tidak bisa kita tolak, bisa mewakili tradisi dan budaya Jawa.

“Supaya dengan adanya lomba ini, dapat melestarikan seni budaya Jawa. Faktanya, saat ini, kalau generasi 1970-an, banyak anak yang lahir saat itu bisa bahasa Jawa, pasti omongnya pakai bahasa Jawa, tapi nyatanya, saat ini, faktanya, bahasa Jawa saat ini ya seperti saya ini,” ujarnya.

Dengan demikian, kata Dalhar uhammadun, dengan keprihatinan tersebut, lomba ini sebagai pengakuhan kesalahan, oleh sebab itu, dengan adanya fakta demikian, pihaknya mengajak bersama ikut melestarikan budaya Jawa dengan apapun yang bisa dilakukan.
“Baik itu dari pihak sekolah, maupun dari pihak lainnya, termasuk kami mewakili dari Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Blora,” ucapnya.

Dikatakannya, dari 32 peserta, hanya lima peserta laki-laki, sisanya peserta perempuan. Untuk pemenang lomba, mendapatkan hadiang uang pembinaan, piala dan tropi.

“Untuk juara I,II, III mendapatkan piala dari Bupati Blora, Kepala Kemenag Blora dan Kepala Dinas Pendidikan. Selain itu juga ada juara favorit, yang tidak dipilih dewan juri, tetapi dipilih Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama dan penyelenggara,” terangnya.

Di samping itu, masih ada Juara Harapan I, II, III yang mendapatkan trophy dari Lesbumi, Ma’arif dan Lazismu.

Melalui lomba tersebut, ditegaskan Dalhar Muhammadun, merupakan fakta bahwa bahasa Jawa masih digunakan secara riil.
Pihaknya mengucapkan termikasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara tersebut.

Sekretaris PCNU Kabupaten Blora Yunus Bahtiar, sebelum membuka acara, dalam sambutannya mengatakan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) usianya sudah akan satu abad (7 Februari 2023). PBNU Pusat mempunyai visi, Merawat Jagat Membangun Peradaban.

“Merawat Jagat Membangun Peradaban ini harus diterjemahkan, harus ditafsirkan melalui sekian banyak bidang, baik bidang ekonomi, ideologi, pendidikan, termasuk bidang kebudayaan.” tegasnya.

Maka, lanjut Yunus, salah satu tafsir yang dilakukan oleh PCNU Blora melalui Lembaga Seni dan Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi), bagian dari Merawat Jagat Membangun Peradaban adalah bagaimana kita berangkat dari tradisi dasarnya, yaitu mengggunakan bahasa tradisinya, yaitu bahasa Jawa.

“Sehingga, dari PCNU Kabupaten Blora, sangat menyampaikan apresiasi Lesbumi. Sepertinya, sekilas hanya lomba pidato Bahasa Jawa, tetapi sejatinya mempunyai makna bagian dari langkah-langkah kita untuk Merawat Jagat Mebangun Peradaban,” ungkapnya.

Karena, secara budaya, Indonesia, Jawa, ini betul-betul, dalam tanda petik, terjajah dari budaya-budaya yang ada di luar. Termasuk semakin menipisnya generasi muda, bahkan generasi setengah tua yang tidak bisa menggunakan bahasanya sendiri. Itu bagian dari kita, yang termasuk kalah perang budaya dengan budaya yang ada di luar.

Yunus mengatakan, dalam rangka kita mengurangi kekalahan kita, dalam rangka kita merawat dan dalam rangka kita mempunyai tanggung jawab untuk menghidupkan kembali kepunyaan kita termasuk bahasa.

“Salah satunya adalah dengan lomba. Maka lomba ini, monggo dimaknai, tidak hanya sekadar tanding tetapi niati sebagai bagian dari menghidupkan budaya Jawa, yaitu bahasa Jawa, krama, madya dan bahasa ngoko,” tambahnya.

Sekarang ini, kata Yunus, jangankan kita berharap para pemuda generasi milenial bisa bahasa Jawa ngoko, itu sudah susah dan tidak bisa, apalagi bahasa Jawa madya atau krama. Terlebih apalagi seperti pembawa acara (pambiwara).

Kepada 32 orang peserta yang akan mengikuti tanding (lomba) disampaikan banyak terimakasih.

“Semoga tahun depan lebih semarak lagi dan lebih banyak lagi yang daftar. Dan lebih banyak lagi pialanya dan uang pembinaannya,” tegasnya.

Sejumlah dewan juri yang berkompeten dan kridibel dipercaya untuk menentukan juara lomba tersebut, yakni Sodiq Abdul Hayyi, Sukarno dan seorang juri perempuan, Nurlaili Imawati. (Dinkominfo Blora).

    Berita Terbaru

    Indeks SPBE Meningkat, Bupati Blora : Ayo Sesarengan Bangun SPPBE yang Lebih Baik
    27 Mei 2024 Jam 20:45:00

    Bupati Blora Arief Rohman menghadiri undangan di istana negara dalam rangka mengikuti acara SPBE...

    KIPAS PAKAI SDA, Inovasi Penanganan Longsoran di Dukuh Kali Klampok Desa Jomblang
    27 Mei 2024 Jam 14:13:00

    Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) berkolaborasi...

    Setelah Tembus 100, Kini Dewis Bangowan Lolos 50 Besar ADWI 2024
    27 Mei 2024 Jam 06:34:00

    Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf ) mulai melakukan penilaian dalam...