Seputar Blora

Penyandang Tuna Daksa Blora Mendapat Bantuan Kaki Palsu


Difabel penyandang tuna daksa di kabupaten Blora dan sekitarnya mendapat bantuan kaki dan tangan palsu dari Yayasan Peduli Tuna Daksa (YPTD) bekerja sama dengan Sequis. Pemasangan dan pengukuran alat bantu dilaksanakan di ruang kantor Bappeda Blora, Selasa (23/8).

Pemasangan tersebut merupakan lanjutan setelah tiga bulan sebelumnya dilakukan pengukuran kepada 34 penyandang tuna daksa. Sedangkan 14 orang adalah pendaftar baru untuk dilakukan pengukuran.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindunga Anak (Dinsos-P3A) Sri Handoko, melalui Kepala Bidang Sosial Hartanto Wibowo mengungkapkan pemasangan kaki palsu tersebut merupakan kegiatan sosial lanjutan yang sebelumnya diprakarsai melalui Bappeda Blora, sehingga pihaknya tinggal melanjutkan saja.

“Ada 34 penyandang tuna daksa yang menerima alat bantu berupa kaki palsu. Sedangkan 14 orang adalah penyandang tuna daksa yang terdaftar baru kemudian dilakukan pengukuran alat bantu, tetapi kuota dari Sequis dibatasi hanya 10 orang, tetapi akan kami upayakan dapat semua,” jelasnya.

Tidak hanya dari Blora, tapi juga ada yang warga difabel yang datang dari luar kabupaten Blora, seperti Rembang dan Tuban, Jawa Timur.

Dikatakannya, para warga difabel bisa diberikan pelatihan untuk pembuatan alat bantu seperti kaki dan tangan palsu. Hanya saja masih terkendala anggaran untuk pelatihan, sehingga pada APBD tahun depan akan diupayakan agar bisa dialokasikan.

“Alat bantu seperti kaki dan tangan palsu itu lama-lama bisa saja rusak. Oleh karena itu, kami berharap agar para warga difabel itu bisa berkesempatan mendapat pelatihan untuk membuat alat tersebut, sehingga bisa memproduksi sendiri, tanpa harus mengandalkan adanya bantuan,” jelasnya.

Sementara itu Sawal, salah seorang petugas dari Sequis mengatakan kegiatan tersebut merupakan kepedulian bagi tuna daksa agar bisa berkarya mandiri setelah mendapatkan alat bantu.
Di tempat yang sama, Maulin, salah seorang anak penyandang tuna daksa berusia lima tahun asal Desa Gedongmulyo Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, mengatakan senang mendapat bantuan kaki.
“Saya senang dapat alat bantu jalan,” ujarnya.

Ditanya apa cita-citanya, ia mengatakan ingin menjadi pilot pesawat terbang.
Pemasangan dan pengukuran alat bantu penyandang tuna daksa disaksikan oleh Kepala Bappeda Blora Sutikno Slamet, Kepala bidang dan Kasi terkait di Bappeda. (Dinkominfo Kab. Blora).

    Berita Terbaru

    Perpanjangan Dua Tahun Jabatan, Kades di Blora Diminta Wujudkan Janji Politik
    25 Juli 2024 Jam 16:40:00

    Bupati Blora, H. Arief Rohman kepada seluruh Kepala Desa ( Kades) di Blora berpesan, terkait...

    Blora Jadi Pilot Project Pendampingan Pelayanan Kesehatan Calon Pengantin
    25 Juli 2024 Jam 16:05:00

    Blora jadi pilot project program pendampingan calon pengantin (Catin) dari Kementerian...

    Layanan Aduan Wadah Bagi Masyarakat Untuk Menyampaikan Pemikiran Kritis
    25 Juli 2024 Jam 15:52:00

    Inspektur Daerah Kabupaten Blora Irfan Agustian Iswandaru, A.P, M.Si mewakili Pemkab Blora...