Berita Terkini

Melalui Gelar Seni Pakudjembara Diharapkan Bisa Menumbuhkan Industri Pariwisata


Wakil Bupati Blora H . Arief Rohman mengemukakan event bersama Pakudjembara diharapkan bisa menumbuhkan industri pariwisata di kawasan setempat. Kerjasama antar wilayah sangat dibutuhkan untuk menghidupkan paket wisata kawasan. Demikian hal itu disampaikan saat membuka gelar seni budaya pada puncak acara event bersama Pakudjembara di panggung terbuka Alun-Alun Blora, Sabtu, (15/7) malam.  


“Semoga kegiatan ini bisa menumbuhkan industri pariwisata di kawasan Pakudjembara. Kerjasama antar wilayah memang sangat dibutuhkan untuk menghidupkan paket wisata kawasan. Mulai dari Demak Kudus Jepara Pati Rembang hingga Blora semuanya punya keunikan dan keunggulan masing-masing. Semuanya diharapkan bisa dikemas menjadi paket wisata Pakudjembara sehingga wisatawan yang datang ke Semarang bisa ditarik ke timur,” ucap Arief Rohman mewakili Bupati Blora yang sedang berada di Lampung. 


Wabup mencontohkan mulai dari Demak dikenal wisata religinya dengan adanya Masjid Demak dan Makam Sunan Kalijaganya. Kabupaten Kudus dengan Sunan Kudus dan Gunung Murianya, Jepara dengan pesona pantai hingga Karimunjawa, Pati dengan kuliner Sego Gandulnya dan potensi Batik Bakaran, lanjut Rembang dengan batik Lasemnya, Pecinannya, dan Makam RA Kartini. 


“Begitu juga dengan Blora yang dikenal sebagai pusat kuliner enak Sate Ayam dan Lontong Tahu. Kampung Samin juga menjadi salah satu objek wisata yang dikenalkan, di samping Waduk Tempuran, Waduk Greneng, Bukit Pencu, Goa Terawang dan lainnya,” ujarnya. 


Sebagai bentuk pengenalan potensi seni budaya, 6 kabupaten Pakudjembara menampilkan masing-masing kesenian daerahnya. Pertama Kabupaten Pati menampilkan seni barong Singo Kurdo dengan judul “Gendruwo Ngamuk ing Tlatah Pati”. 


Kedua dari Kabupaten Kudus menampilkan Tari Batik Kudus yang dimainkan oleh 16 penari perempuan. Ketiga Kabupaten Demak menampilkan tari kolosal Babad Glagah Wangi yang menceritakan cikal bakal berdirinya Kasultanan Demak. 


Adapun Kabupaten Jepara yang sarat dengan pesona lautnya menampilkan pertunjukan Tari Pesta Baratan. Tarian ini mengisahkan tentang ungkapan rasa syukur oleh para nelayan dengan datangnya musim baratan, dimainkan oleh 50 orang. 


Disusul Kabupaten Rembang dengan menampilkan Tari Gagrak Laseman yang menggambarkan semangat nelayan pesisir lasem dalam kegiatan sehari-hari mencari ikan dan memproduksi batik. Dimainkan oleh 10 penari dengan gerakan energik mencerminkan kekompakan dan semangat pesisiran. 


Terakhir mendekati tengah malam tuan rumah Kabupaten Blora menampilkan kesenian khas daerah andalan yakni Seni Barongan dari Paguyuban Seni Barongan Singo Lodro Kecamatan Todanan. Mereka tampil dengan membawakan cerita Jaka Lodra Duta Sraya. Empat puluh penari ikut ambil bagian dalam pertunjukan ini. Meskipun tampil terakhir, antusias penonton tetap luar biasa hingga pertunjukan selesai. 


Diketahui, dalam rangka mempromosikan potensi wisata masing-masing daerah, enam kabupaten di pantura timur Jawa Tengah yang tergabung dalam forum Pakudjembara (Pati Kudus Demak Jepara Rembang Blora) menggelar event bersama di Kabupaten Blora. (Dinkominfo Kab. Blora | Tim).

    Berita Terbaru

    Blora Jadi Pilot Project Pendampingan Pelayanan Kesehatan Calon Pengantin
    25 Juli 2024 Jam 16:05:00

    Blora jadi pilot project program pendampingan calon pengantin (Catin) dari Kementerian...

    Layanan Aduan Wadah Bagi Masyarakat Untuk Menyampaikan Pemikiran Kritis
    25 Juli 2024 Jam 15:52:00

    Inspektur Daerah Kabupaten Blora Irfan Agustian Iswandaru, A.P, M.Si mewakili Pemkab Blora...

    KTNA Blora Ikuti Rembug Utama di Tabanan Bali
    25 Juli 2024 Jam 15:11:00

    Pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Blora berangkat ke Tabanan Bali untuk...